Fish

Jumat, 09 April 2010

Studi Kasus Letak Sungsang

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Berdasarkan WHO (World Health Organization) pada tahun 2005 bahwa setiap tahunnya wanita bersalin meninggal dunia mencapai lebih dari 500.000 orang. (winkjosastro,2005).
Di Indonesia, berdasarkan perhitungan oleh BPS diperoleh AKI tahun 2007 sebesar 248/100.000 kelahiran hidup. Jika dibandingkan dengan AKI tahun 2002 sebesar 307/100.000 kelahiran hidup, AKI tersebut sudah jauh menurun, namun masih jauh dari target MDG 2015 (102/100.000 kelahiran hidup), sehingga masih memerlukan kerja keras dari semua komponen untuk mencapai target tersebut. (www.bidan kita.com).
Menurut Survey Demograpi kesehatan indonesia (SDKI) pada tahun 2005 AKI di Indonesia yaitu 262/100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKB yaitu 32/1000 kelahiran hidup. Tingkat kematian ibu Kab. Garut mencapai 450 tiap 100.000 kehamilan. Pada 2007, terjadi 46 kasus kematian ibu dan 115 kematian bayi. Tingginya angka kematian ibu dan bayi dipengaruhi akibat rendahnya akses masyarakat terhadap informasi dan pelayanan kesehatan yang memadai. Ia memaparkan, jumlah bidan desa di Kab. Bandung 204 orang, padahal jumlah desa 275 buah. Sementara itu, jumlah paraji mencapai 1.838 orang atau lima paraji perdesa. Akibatnya, 96.325 ibu hamil dan 91.946 ibu bersalin tidak mendapatkan pelayanan persalinan yang baik. Penyebab utama kematian ibu di kabupaten Bandung adalah perdarahan saat persalinan dan Infeksi Masa Nifas. Sementara itu, penyebab kematian bayi adalah gagal napas atau asfiksi.
(Dinkes Jabar,2006.www.compas.com).
Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan di Kab. Garut lebih tinggi dari AKI nasional. Apabila saat ini AKI nasional mencapai 248/100.000 kelahiran hidup, di Kab. Garut diperkirakan mencapai 550 ibu meninggal dari setiap 100.000 kelahiran. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir terus meningkat. Pada tahun 2004, jumlah kematian mencapai 43, tahun 2005 sekitar 50, tahun 2006 sekitar 75, dan tahun 2007 sekitar 85 orang.
Letak sungsang terjadi dalam 3-4% dari persalinan yang ada. Terjadinya letak sungsang berkurang dengan bertambahnya umur kehamilan. Letak sungsang terjadi pada 25% dari persalinan yang terjadi sebelum umur kehamilan 28 minggu, terjadi pada 7% persalinan yang terjadi pada minggu ke 32 dan terjadi pada 1-3% persalinan yang terjadi pada kehamilan aterm. Letak sungsang merupakan keadaan dimana bokong janin atau kaki berada di bagian bawah kavum uteri (rongga rahim). Faktor-faktor lain yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah multiparitas, kehamilan kembar, hidramnion, hidrosefalus, plasenta previa, panggul sempit, dan kadang-kadang letak sungsang disebabkan oleh kelainan uterus dan kelainan bentuk uterus. Baik ibu maupun janin dengan letak sungsang memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan letak kepala. Manipulasi secara manual dalam jalan lahir akan memperbesar risiko infeksi pada ibu.Maka dari itu kita sebagai tenaga kesehatan harus lebih terampil dan bertanggung jawab dalam hal penanganan dengan letak sungsang.(http://www.geocities.com).
Letak sungsang ditemukan kiara-kira 2-4%. Greenhill melaporkan 4% sampai 4,5%, Hooland 2% sampai 3% di rumah sakit Dr. pringadi medan di temukan 4% dan rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung 4,6% (Sarwono,2005:609).
Menurut data di BPS Bidan E kota garut pada tahun 2009 bulan Januari sampai bulan desember adalah 9 kasus persalinan sungsang dengan yang semuanya di tolong di rumah dari 169 persalinan normal.
Berdasarkan uraian diatas penulis mencoba untuk melaksanakan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu dari akhir kehamilan sampai akhir nifas serta bayi baru lahir (BBL).
secara mandiri dengan pendalaman manajemen kebidanan dan melakukan studi kasus dengan judul.
“Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. “ R ” dengan Letak Sungsang Bokong Murni di BPS Hj.E Kab GARUT.

1.2 Identifikasi Masalah
Bagaimana Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. A Dengan persalinan letak sungsang di BPS Bidan E Kota.GARUT Desember 2009 – Januari 2010.



1.3 Maksud dan Tujuan Studi Kasus
1. Tujuan Umum
Mampu melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan manajemen kebidanan.
2. Tujuan Khusus
a. Mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan letak sungsang.
b. Mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu bersalin dengan persalinan letak sungsang.
c. Mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas normal
d. Mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal.

1.4 Manfaat Studi Kasus
1. Bagi Penulis
Untuk memenuhi salah satu tugas perkuliahan dan sebagai persyaratan untuk mengikuti PKK III serta untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu bersalin yang mengalami letak sungsang.
2. Bagi Institusi Pendidikan
Diharapkan mampu memberikan informasi bagi kemajuan pengetahuan di bidang kesehatan sebagai bahan pembangunan ilmu pengetahuan selanjutnya.

3. Bagi BPS
Dapat memberikan informasi dalam melakukan asuhan kebidanan pada persalinan dengan letak sungsang di BPS Bidan E Kota.GARUT.
4. Bagi Klien
Dapat menurunkan komplikasi terhadap klien sehingga AKI dan AKB dapat ditekan.

1.5 Ruang Lingkup
Ruang lingkup studi kasus ini adalah asuhan kebidanan pada kehamilan, persalinan dengan letak sungsang, nifas dan bayi baru lahir.

1.6 Lokasi dan Waktu
Asuhan kebidanan pada Ny. A dilakukan di BPS Bidan E Kota.GARUT dari bulan Desember 2009 sampai Januari 2010.

1.7 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan studi kasus ini terdiri dari lima Bab yaitu : Bab I terdiri dari pendahuluan yang berisikan latar belakang, tujuan, manfaat, ruang lingkup, lokasi dan waktu serta sistematika penulisan. Bab II terdiri dari tinjauan teori yang berisikan tentang teori kehamilan, persalinan, persalinan letak sungsang, nifas dan bayi baru lahir. Bab III terdiri dari tinjauan kasus yang berisikan asuhan kebidanan pada ibu hamil, ibu bersalin dengan letak sungsang, ibu nifas dan bayi baru lahir. Bab IV tentang pembahasan yang berisikan dari masalah asuhan yang terjadi pada ibu dengan persalian letak sungsang dan juga membahas apakah terdapat kesenjangan antara teori dengan asuhan yang diberikan. Bab V terdiri dari kesimpulan dan saran yang berisikan tentang kesimpulan dari penggabungan tinjauan teori dengan asuhan yang telah diberikan dan berisikan saran-saran penulis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar